Minggu, 09 Mei 2010

Me time = Nyalon

Hal pertama yang saya pikirkan ketika jenuh tak terkira dengan rutinitas keseharian adalah nyalon! Sebenernya dulu ini bukan alternative saya dalam menghabiskan me time. Namun seiring bertambah usia dan perkembangan kepribadian (ehem!), salon menjadi pilihan pertama untuk mengisi me time sy yang datang jarang-jarang.

Sebenarnya saya doyan banget nyoba-nyoba salon baru. Tapi tetep pake logika alias mikir dulu, kalau salon yang saya pilih tetap dalam kategori lumayan dan bukan salon plus-plus. Biasanya saya datang dulu ke salon sasaran, ambil krimbat atau masker rambut (pilih yang termurah biar tidak rugi), ancang-ancang bawa masker rambut dari rumah jika krim yang dipakai ternyata murahan banget (trik murah tapi berkualitas, hehe). Sebelum penggarapan rambut dimuali, pastinya disuruh ganti baju dulu ke kemben. Nah karena ganti kembennya di ruang ganti yang tentunya dianter dulu sebab baru pertama kali, skalian saya tanya ruang spanya dimana dan kamar mandi dimana. Hm, intinya sih, saya mau ngecek kualitas ruangannya, termasuk kamar mandinya. Selain itu, ngecek juga, ada cctv ga? Hehe, kan gila aja, kalau tiba-tiba ritual buka-bukaan dipamerin di you tube. Setelah ‘penyelidikan’ selesai, sambil rambut saya digarap, saya mulai ‘menganalisa’ kualitas servis dari mengamati gerak-gerik karyawan sambil tanya-tanya. Besoknya saya akan coba telpon dengan manfaatin suara temen yang sedikit ngebas buat telpon ke salon tersebut, memastikan ada pelayanan ‘lebih’ atau tidak. Jika jawabannya menggembirakan, saya tinggal menghitung hari untuk datang lagi.

Caranya ribet, ya? Prinsip saya sih, teliti dulu sebelum membeli. Karena lumayan juga jumlah salon-salon plus-plus di Bali, bahkan dengan tampilan fisik bangunan yang ‘wah’. Jadi mahal bukan jaminan. Agar tidak tertipu, ya hunting dulu. Saya sering gonta-ganti salon untuk mendapatkan perbandingan kualitas dengan harga yang relatif sama. Yang menjadi pilihan saya sekarang, sih, Kharisma, My Spa dan Candra Dewi (yang ini baru).

Selain melihat kualitas, saya juga doyan berkunjung ke salon-salon yang baru dibuka karena pasti ada diskon dan promo khusus. My Spa adalah pilihan saya dulu. Menurut saya servisnya memang bagus, seperti spa di hotel. Baru datang disuguhi air perasan lemon dingin, diakhiri disuguhi dengan secangkir (kecil) air jahe hangat. Ritualnya enak banget. Dari masas, luluran, dan mandi-mandian. Ruangannya private, adem, tenang, dan rileks., dengan backsound akustik. Saking rileksnya, di tempat ini saya sering ketiduran sampai harus dibangunkan. Namun sayangnya saya tidak kuat dengan AC. Alhasil rada kedinginan dan selalu ribut 'nyocokin' suhu dengan selera saya, hehe. Selain itu, tempat ini lumayan jauh dengan tempat saya tinggal. So, harus bener-bener bangkitin mood sebelum pergi.

Alternatif kedua, yakni Kharisma Salon. Selain spa, tempat ini juga merangkap salon (tapi saya belum pernah nyoba-saya punya tempat sendiri untuk potong rambut). Spa disini enaknya karena karyawannya 'ramah' ngga ketulungan. Kadang sampai 'risih'. Saking mereka ngerasa 'akrab' dengan pelanggan, pernah mereka ribut antar karyawan, dan pelanggan hanya bengong mandangin mereka. Tidak seprofesional dengan My Spa, sih. Tapi karena deket rumah, saya lebih sering ke Kharisma. Serasa milik sendiri, jadi nyaman aja. Ruangan spa tidak ber-AC (dulu ada, tapi kini sudah dicabut), namun ruang berendamnya bersih. Selesai ritual kita disuguhi secangkir (besar) air jahe/teh hijau (bisa milih) hangat. Biasanya saya nyalon tiap siang menuju sore. Belajar dari pengalaman, kalau memulai ritual dari sore-malem, listrik kadang mati-idup karena kurang tegangan dan pakai air panas! Syangnya sekarang Kharisma pindah tempat dan ganti nama jadi Kharis. Tidak doyan lagi nyalon disini karena ruang spa-nya kini, ngga banget menurut saya. Bilik-bilik pakai korden yang belakangnya kost-kostan. Waduh, kalau disingkap, gimana? Brabe, dong? Hehe..

Nah alternatif ketiga, yaitu Candra Dewi, pilihan baru saya. Pertama iseng aja berkunjung tanya-tanya karena kelihatannya baru buka. Ternyata memang ada promonya, dapat diskon 30% untuk body treatment dengan Credit Card BCA sampai September nanti. Wah, lucky me! Kebetulan saya punya CC BCA, ya saya langsung booking hari. Kenapa cepat mengambil keputusan? Tidak semata-mata dibutakan oleh diskon, tapi melihat tempatnya, merupakan rumah pemilik, merupakan salon cabang yang lebih gede, ada dokternya juga karena ada servis injeksi (kalau ini saya tidak berminat), dan tempatnya strategis dari rumah. Walau sempat tertunda dan selalu menelpon untuk mengubah hari perawatan, terwujud juga hari Sabtu kemarin. Tempatnya memang asyik, private, dengan tempat berendam (bathtub dan ruang shower) dalan satu ruangan. Sayangnya sewaktu saya berendam, mereka kehabisan sabun! Ya ampun, akhirnya diperesin sabun cair dari bungkusnya sampai netes-netes dan dicampur air. Awalnya saya sudah hepi karena lulur dan temannya merupakan produk tradisional, eh sabunnya, Lux! Facial dan masker rambut relatif sama dengan salon lain. Yang luar biasa adalah ke'ramahan' karyawannya (khusus servis rambut) yang selalu berteriak, "Ayoo, Cin, duduk sini!" atau "Cintaaaaa, rambutnya ngga diblow?" kadang juga "Saaaaaaaaay, rambutnya mau setengah kering ato puul?" (dengan pergantian f menjadi p). Ealah, mau ga mau jadi ketawa duluan. Hahaha...



Sabtu, 17 April 2010

semangkuk marshmallow?

Pagi, siang, sore, malem, smuaaa... Sebenernya ini blog saya yang kesekian, tapi blog dengan title "marshmallow" ini yang bener-bener pengen saya seriusin. Kenapa? Niatnya simple, pengen berbagi banyak hal. Tidak melulu soal narsis akan cinta diri, activity saya, tetapi juga pandangan saya akan suatu hal. Termasuk kaitannya dengan apa yang terjadi dan apa yang saya alami sepanjang waktu. Kenapa disebut marshmallow? Hm, selain karena namanya yang familiar, juga karena begitu nyebut marshmallow, kebanyakan orang pasti kebayang dengan bentuknya yang lucu, imut, sebagai pemanis, dengan rasa yang unik, yaitu asam-manis. Jadi selain biar mudah diingat orang, saya ambil filosofi hidup dari rasanya. Asam-manis.. Semua pasti setuju kan, dengan rasa hidup kita yang asam-manis? Hidup dengan banyak warna tentunya tidak melulu warna pink atau biru. Kadangkala malah hitam dan abu-abu, bahkan putih. Variasi hidup itu yang saya ingin bagi dengan sudut pandang yang berbeda. Membuatnya menjadi lebih manis walau 'terbakar' sekalipun (seperti rasa marshmallow yang semakin gurih ketika dipanggang), menjadi lebih seger walau dalam keadaan super dingin dan kaku (marshmallow beku tetap enak), bahkan bisa lebih unik walau dalam keadaan biasa-biasa saja (marshmallow tidak diolah alias langsung dilahap-hap), daaaan...dengan bentuk yang apa adanya-pun terasa enak, tentunya tidak perlu dikemas berlebihan untuk menikmatinya. Bentuknya selalu eye catching, sehingga tetap nyaman untuk dinikmati. Jadi, apapun rasanya hidup, dengan bentuk yang unik dan enak dilihat, pesan sekecil apapun akan bisa ditangkap dan kita bisa lebih menikmati dalam menjalani tiap langkah. Akan selalu ada hal lucu dan unik, yang bisa kita rasakan dalam hidup, sekecil dan seburuk apapun. Asalkan kita bisa kreatif dalam memanfaatkannya. Seperti asam-manis marshmallow, sejelek apapun saat dipanggang, tetap bisa dinikmati dengan keunikan rasanya.. Ayo kita berbagi! Dengan apa adanya, tanpa ditutup-tutupi bagian jeleknya, tidak muluk-muluk, dan berusaha dinikmati. Sehingga sekecil apapun hal positif yang berusaha kita bagi, bisa sangat berarti dalam hidup orang lain. Ditunggu responnya..:) selamat menikmati..^^v (nb: gambar diambil dr searching by google)